Digital Marketing Itu Apa? Panduan Lengkap untuk Pemula yang Ingin Mulai Jualan Online
Pelajari pengertian digital marketing, cara kerjanya, channel pemasaran digital, hingga langkah praktis untuk mulai memasarkan produk secara online dari nol.
Tonton Penjelasan Digital Marketing dalam Video
Simak penjelasan tentang dasar digital marketing, channel pemasaran, target market, konten, dan langkah memulainya dari nol melalui video berikut.
Pernah melihat seseorang berjualan melalui TikTok, Instagram, WhatsApp, atau marketplace, lalu penasaran bagaimana mereka mendapatkan pelanggan dari internet?
Mungkin kamu juga ingin mulai jualan online. Namun, begitu ingin memulai, muncul banyak pertanyaan: harus mulai dari mana, bagaimana menemukan pelanggan, konten seperti apa yang perlu dibuat, dan apakah harus menguasai teknologi terlebih dahulu?
Kalau kamu masih pemula, jangan khawatir. Kamu tidak harus menguasai semua platform dan alat digital sekaligus. Ada dasar-dasar yang perlu dipahami sebelum melangkah lebih jauh.
1. Apa Itu Digital Marketing?
Digital marketing adalah kegiatan pemasaran yang memanfaatkan teknologi dan kanal digital untuk memperkenalkan produk, menjangkau calon pelanggan, membangun hubungan, menghasilkan penjualan, dan mempertahankan pelanggan.
Kanal digital tersebut antara lain website, mesin pencari, media sosial, email, aplikasi pesan, marketplace, dan platform periklanan digital.
Contohnya, kamu memiliki usaha makanan ringan. Selama ini, pelangganmu hanya berasal dari tetangga dan orang-orang di sekitar toko. Kemudian kamu mulai membuat video produk, mengunggah informasi di media sosial, menerima pesanan melalui WhatsApp, dan menampilkan produk di marketplace.
Ketika aktivitas tersebut direncanakan untuk menjangkau orang yang tepat, menjelaskan manfaat produk, dan membantu menghasilkan penjualan, kamu sedang menerapkan digital marketing.
Digital marketing juga tidak selalu berarti transaksi harus terjadi di internet. Bisnis dengan toko fisik dapat menggunakan media digital untuk membuat calon pelanggan mengenal toko, melihat produk, menemukan alamat, lalu datang dan membeli secara langsung.
2. Apa Bedanya Marketing dan Digital Marketing?
Marketing atau pemasaran adalah proses memahami kebutuhan pasar, menciptakan nilai, menawarkan solusi, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Digital marketing menggunakan kanal digital untuk menjalankan berbagai aktivitas pemasaran tersebut.
| Aspek | Marketing Secara Umum | Digital Marketing |
|---|---|---|
| Media | Toko fisik, brosur, acara, dan media lainnya. | Website, media sosial, mesin pencari, dan marketplace. |
| Jangkauan | Bergantung pada lokasi dan media yang digunakan. | Dapat menjangkau audiens lebih luas melalui internet. |
| Interaksi | Percakapan langsung dan media komunikasi lainnya. | Komentar, pesan, formulir, email, dan kanal digital lainnya. |
| Pengukuran | Catatan penjualan, survei, dan data pelanggan. | Tayangan, klik, prospek, konversi, dan penjualan. |
Bisnis tidak harus memilih salah satunya. Pemasaran offline dan online justru dapat saling mendukung. Seseorang bisa mengenal restoran melalui video, melihat menunya di website, kemudian datang untuk makan di tempat.
Strategi yang tepat adalah strategi yang sesuai dengan pelanggan, tujuan bisnis, sumber daya, dan kemampuan yang tersedia.
3. Bagaimana Cara Kerja Digital Marketing?
Banyak pemula mengira digital marketing dimulai dengan membuat akun media sosial dan memposting produk. Padahal, kita perlu memahami calon pelanggan, masalah mereka, dan solusi yang dapat ditawarkan.
Secara sederhana, prosesnya dapat dijelaskan melalui lima tahap berikut.
1. Attention — Mendapatkan Perhatian
Buat calon pelanggan menyadari keberadaan bisnis, produk, atau solusi yang ditawarkan. Perhatian dapat diperoleh melalui video, artikel, hasil pencarian, iklan, atau rekomendasi pelanggan.
2. Interest — Membangun Ketertarikan
Berikan informasi yang membuat audiens ingin mengetahui lebih lanjut. Konten edukasi, tutorial, demonstrasi, dan penjelasan manfaat produk dapat membantu membangun ketertarikan.
3. Trust — Membangun Kepercayaan
Calon pelanggan membutuhkan alasan untuk percaya. Bangun kepercayaan melalui informasi yang jelas, demonstrasi yang jujur, ulasan pelanggan asli, dan pelayanan yang baik.
4. Conversion — Mendorong Tindakan
Arahkan audiens untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan tujuan, misalnya menghubungi WhatsApp, mendaftar, meminta penawaran, atau membeli produk.
5. Retention — Menjaga Hubungan
Setelah transaksi, pertahankan kualitas produk, pelayanan, dan komunikasi. Pelanggan yang puas berpotensi membeli kembali atau merekomendasikan bisnis kepada orang lain.
Perjalanan pelanggan tidak selalu berlangsung berurutan. Ada orang yang langsung membeli setelah melihat iklan, sedangkan orang lain membutuhkan waktu untuk membandingkan pilihan dan mencari informasi.
4. Apa Tujuan Digital Marketing?
1. Meningkatkan Brand Awareness
Membantu lebih banyak orang mengenal nama bisnis, produk, layanan, atau keahlian yang kamu tawarkan.
2. Menjangkau Calon Pelanggan
Menghubungkan bisnis dengan orang yang memiliki kebutuhan dan karakteristik sesuai dengan produk atau layanan.
3. Mendapatkan Prospek
Mengajak orang yang tertarik untuk mengambil langkah berikutnya, misalnya bertanya melalui WhatsApp atau meminta informasi.
4. Meningkatkan Penjualan
Membantu calon pelanggan memahami manfaat penawaran dan mempermudah mereka melakukan pembelian.
5. Mempertahankan Pelanggan
Menjaga hubungan agar pelanggan memperoleh pengalaman yang baik dan memiliki alasan untuk kembali.
Tujuan pemasaran perlu disesuaikan dengan kondisi bisnis. Bisnis baru mungkin perlu membangun kesadaran dan menguji kebutuhan pasar terlebih dahulu sebelum meningkatkan anggaran iklan.
5. Channel Digital Marketing yang Perlu Dikenal
Channel adalah media atau saluran yang digunakan untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan dan pelanggan. Kamu tidak harus menggunakan semuanya sekaligus.
1. Website
Website dapat menjadi pusat informasi bisnis, tempat menjelaskan produk, menerbitkan artikel, menerima prospek, dan mengarahkan pengunjung menuju transaksi.
2. SEO dan Mesin Pencari
SEO atau Search Engine Optimization adalah upaya mengoptimalkan website agar lebih mudah ditemukan melalui hasil pencarian organik. Artikel yang menjawab pertanyaan calon pelanggan merupakan salah satu bentuk penerapannya.
3. Social Media Marketing
TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube dapat digunakan untuk membangun kesadaran, berbagi informasi, berinteraksi, serta mengembangkan hubungan dengan audiens.
4. Content Marketing
Content marketing berfokus pada pembuatan dan distribusi konten yang relevan dan bermanfaat bagi audiens tertentu. Bentuknya dapat berupa artikel, video, infografis, panduan, dan studi kasus.
5. Marketplace
Marketplace memungkinkan bisnis menampilkan produk, menjelaskan harga, menerima pesanan, dan memanfaatkan fitur penjualan yang tersedia di platform tersebut.
6. WhatsApp Marketing
WhatsApp dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, melayani calon pelanggan, memberikan informasi produk, dan menjaga hubungan setelah pembelian. Hindari spam dan hormati privasi penerima pesan.
7. Paid Advertising
Iklan berbayar seperti Meta Ads, Google Ads, dan TikTok Ads dapat membantu menjangkau audiens berdasarkan pengaturan platform. Hasilnya dipengaruhi oleh penawaran, materi iklan, target audiens, halaman tujuan, anggaran, dan proses penjualan.
8. Email Marketing
Email dapat digunakan untuk mengirim informasi, edukasi, penawaran, dan tindak lanjut kepada penerima yang sesuai dengan izin dan ketentuan komunikasi yang berlaku.
6. Contoh Digital Marketing dalam Bisnis Sehari-hari
Contoh A: Pemilik Usaha Kuliner
Pak Budi memiliki usaha makanan rumahan. Ia mulai membuat video proses memasak, menampilkan menu di media sosial, dan menerima pesanan melalui WhatsApp Business. Ia juga mencatat pertanyaan pelanggan tentang harga, porsi, dan ketersediaan menu untuk memperbaiki informasi produknya.
Contoh B: Karyawan yang Ingin Mempelajari Bisnis Online
Rudi bekerja dari pagi hingga sore dan ingin mempelajari peluang bisnis online. Ia mulai memahami target market, melakukan riset sederhana, belajar membuat konten, dan mempelajari cara menyampaikan penawaran. Setelah itu, ia menguji pengetahuannya pada produk yang relevan.
Belajar digital marketing tidak menjamin seseorang langsung mendapatkan penghasilan. Hasil bergantung pada keterampilan, kebutuhan pasar, kualitas penawaran, konsistensi, dan pelaksanaan strategi.
Contoh C: Toko Offline yang Ingin Menjangkau Pelanggan Baru
Pemilik toko pakaian mengunggah foto produk, memperbarui informasi lokasi, dan membagikan promosi melalui media sosial. Calon pelanggan dapat mengenal produk secara online lalu datang langsung ke toko.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa digital marketing dapat diterapkan pada berbagai jenis bisnis dengan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
7. Mengapa Target Market Penting?
Salah satu kesalahan pemula adalah membuat konten untuk semua orang. Padahal, semakin jelas siapa yang ingin kita bantu, semakin mudah menentukan masalah yang perlu dibahas, bahasa yang digunakan, dan penawaran yang relevan.
Target market adalah kelompok calon pelanggan yang menjadi sasaran pemasaran karena memiliki kebutuhan, masalah, atau karakteristik yang relevan dengan produk dan layanan kita.
Mulailah dengan menjawab pertanyaan berikut:
- Siapa orang yang ingin kita bantu?
- Masalah apa yang sedang mereka hadapi?
- Apa yang ingin mereka capai?
- Apa yang menghambat mereka mencapai tujuan?
- Informasi apa yang mereka butuhkan sebelum membeli?
- Di mana mereka biasa mencari informasi?
Contoh Target Market Juragan Online
Salah satu audiens Juragan Online adalah karyawan atau bapak yang sudah bekerja dan ingin mempelajari keterampilan digital untuk membangun peluang penghasilan tambahan.
Sebagian mungkin memiliki waktu terbatas, belum memahami digital marketing, atau merasa bingung menentukan langkah pertama. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda sehingga asumsi tersebut perlu diuji melalui riset dan interaksi dengan audiens.
8. Peran Konten dalam Digital Marketing
Konten adalah cara menyampaikan informasi, menjawab pertanyaan, memperlihatkan manfaat produk, dan membangun hubungan dengan calon pelanggan.
1. Konten Edukasi
Membantu audiens memahami sesuatu atau menyelesaikan masalah. Contohnya, "Tiga Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli Produk Perawatan Sepatu."
2. Konten Cerita dan Pengalaman
Membagikan pengalaman, proses belajar, tantangan, atau pelajaran yang relevan dengan audiens. Contohnya, "Saya Dulu Mengira Jualan Online Cukup Posting Produk. Ternyata Ada Hal yang Terlewat."
3. Konten Penawaran
Menjelaskan produk atau layanan, siapa yang cocok menggunakannya, manfaatnya, harga jika relevan, serta cara melakukan pembelian.
Gunakan Rumus Hook → Value → CTA
Hook — Menarik Perhatian
Contoh: "Sudah posting produk setiap hari, tetapi masih belum ada yang membeli?"
Value — Memberikan Manfaat
Contoh: "Coba periksa apakah kontenmu sudah menjelaskan siapa yang membutuhkan produk tersebut dan masalah apa yang bisa diselesaikannya."
CTA — Mengarahkan Tindakan
Contoh: "Kalau kamu pernah mengalami masalah yang sama, ceritakan bagian yang paling sulit di kolom komentar."
CTA tidak harus selalu berupa ajakan membeli. Kamu bisa mengajak audiens berdiskusi, membaca artikel lain, menyimpan panduan, atau mengunjungi halaman yang relevan.
9. Mengenal Marketing Funnel
Marketing funnel adalah kerangka untuk memahami perjalanan calon pelanggan, mulai dari mengenal bisnis hingga melakukan pembelian dan berpotensi menjadi pelanggan berulang.
1. Awareness — Mengenal
Audiens mulai mengetahui bisnis atau menyadari masalah yang ingin diselesaikan. Contohnya melalui artikel edukasi, video, konten media sosial, dan iklan pengenalan.
2. Consideration — Mempertimbangkan
Audiens mencari informasi dan membandingkan pilihan. Panduan, demonstrasi produk, FAQ, dan studi kasus dapat membantu mereka memahami solusi yang ditawarkan.
3. Conversion — Melakukan Tindakan
Audiens melakukan tindakan yang menjadi tujuan bisnis, seperti mendaftar, menghubungi penjual, atau membeli. Informasi yang jelas dan proses yang mudah dapat membantu.
4. Retention — Kembali dan Bertahan
Pelanggan mendapatkan pengalaman yang baik sehingga memiliki alasan untuk kembali membeli atau melanjutkan hubungan dengan bisnis.
Funnel bukan aturan yang kaku. Setiap bisnis dapat memiliki perjalanan pelanggan berbeda. Gunakan kerangka ini untuk menyesuaikan konten dan tindakan dengan kebutuhan audiens.
10. Cara Mengukur Hasil Digital Marketing
Digital marketing bukan hanya tentang seberapa sering kita membuat konten. Kita juga perlu mengukur apakah aktivitas tersebut membantu mencapai tujuan bisnis.
Reach — Jangkauan
Jumlah orang atau akun unik yang dijangkau konten, sesuai definisi metrik pada platform yang digunakan.
Impressions — Tayangan
Jumlah berapa kali konten atau iklan ditampilkan. Satu orang dapat menghasilkan lebih dari satu tayangan.
Clicks — Klik
Jumlah klik yang tercatat pada tautan atau elemen yang diukur, sesuai laporan platform.
CTR — Click-Through Rate
CTR mengukur rasio klik terhadap tayangan atau dasar pengukuran yang digunakan.
Rumus umum: CTR = Jumlah Klik ÷ Jumlah Tayangan × 100%.
Conversion Rate — Tingkat Konversi
Persentase pengunjung atau audiens yang melakukan tindakan yang ditetapkan sebagai konversi.
Rumus sederhana: Conversion Rate = Jumlah Konversi ÷ Jumlah Pengunjung atau Dasar Pengukuran yang Dipilih × 100%.
ROAS — Return on Ad Spend
Perbandingan pendapatan yang diatribusikan kepada iklan dengan biaya iklan.
Rumus: ROAS = Pendapatan dari Iklan ÷ Biaya Iklan.
Contoh: jika pendapatan yang diatribusikan kepada iklan Rp1.000.000 dan biaya iklan Rp250.000, ROAS-nya adalah 4x. ROAS bukan keuntungan bersih karena biaya produk dan biaya operasional lainnya tetap perlu diperhitungkan.
11. Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Kesalahan 1: Langsung Jualan Tanpa Memahami Pelanggan
Konten yang hanya berisi nama produk, harga, dan ajakan membeli belum tentu menjawab kebutuhan calon pelanggan. Pelajari siapa yang membutuhkan produk dan alasan mereka membutuhkannya.
Kesalahan 2: Membuat Konten Tanpa Tujuan
Tentukan apakah konten bertujuan membangun kesadaran, memberikan edukasi, mengumpulkan prospek, atau menghasilkan penjualan.
Kesalahan 3: Mengikuti Tren Tanpa Memikirkan Relevansi
Tren dapat membantu menarik perhatian, tetapi tidak semuanya cocok dengan bisnis atau audiens kita. Pilih format yang mendukung tujuan.
Kesalahan 4: Menganggap Tayangan Selalu Berarti Penjualan
Konten yang viral belum tentu menghasilkan penjualan. Perhatikan kesesuaian audiens, penawaran, pengalaman pelanggan, dan proses konversi.
Kesalahan 5: Terlalu Banyak Belajar, Terlalu Sedikit Praktik
Pengetahuan penting, tetapi kemampuan berkembang melalui penerapan dan evaluasi. Setelah memahami satu konsep, cobalah mempraktikkannya.
Kesalahan 6: Mengharapkan Hasil Instan
Tidak ada strategi yang menjamin setiap konten berhasil atau setiap iklan menghasilkan keuntungan. Lakukan pengujian, pengukuran, dan perbaikan secara bertahap.
12. Cara Memulai Digital Marketing dari Nol
Kamu tidak harus langsung menguasai website, SEO, iklan berbayar, copywriting, analitik, dan semua media sosial sekaligus. Mulailah secara bertahap.
Langkah 1: Tentukan Tujuan
Tentukan hasil yang ingin dicapai, misalnya memperkenalkan bisnis, menjangkau pelanggan baru, memperoleh prospek, atau meningkatkan penjualan.
Langkah 2: Tentukan Target Market
Pilih kelompok orang yang ingin kamu bantu. Pelajari kebutuhan, masalah, kebiasaan, dan pertimbangan mereka sebelum membeli.
Langkah 3: Lakukan Riset Sederhana
Amati pertanyaan calon pelanggan, baca komentar yang relevan, pelajari kompetitor, dan berbicaralah dengan calon pelanggan jika memungkinkan. Catat masalah yang benar-benar muncul.
Langkah 4: Pilih Satu Channel Utama
Pilih kanal yang sesuai dengan target market, kemampuan, dan sumber daya yang tersedia.
Langkah 5: Buat Konten yang Menjawab Masalah
Mulailah dari pertanyaan yang sering muncul. Gunakan struktur Hook, Value, dan CTA agar konten lebih terarah.
Langkah 6: Tentukan Tindakan Berikutnya
Ajak audiens berdiskusi, membaca informasi lebih lanjut, menghubungi bisnis, atau mengambil tindakan lain yang sesuai dengan tujuan konten.
Langkah 7: Ukur dan Perbaiki
Catat hasil yang relevan. Pelajari konten mana yang mendapat respons, pertanyaan apa yang muncul, dan bagian mana yang perlu diperbaiki.
Contoh Rencana Praktik untuk Pemula
| Hari | Fokus | Praktik |
|---|---|---|
| 1 | Target market | Tentukan siapa yang ingin dibantu dan masalahnya. |
| 2 | Riset market | Catat pertanyaan dan kebutuhan calon pelanggan. |
| 3 | Ide konten | Buat daftar ide berdasarkan hasil riset. |
| 4 | Copywriting | Tulis konten dengan rumus Hook, Value, CTA. |
| 5 | Publikasi | Terbitkan konten di channel yang dipilih. |
| 6 | Evaluasi | Pelajari respons dan pertanyaan audiens. |
| 7 | Perbaikan | Buat konten lanjutan berdasarkan temuan sebelumnya. |
Rencana ini merupakan latihan awal, bukan jaminan memperoleh pelanggan atau penghasilan dalam tujuh hari. Sesuaikan dengan waktu dan kemampuanmu.
13. Kesimpulan: Digital Marketing Adalah Proses, Bukan Sekadar Posting
Digital marketing membantu bisnis terhubung dengan calon pelanggan melalui kanal digital. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering kita memposting konten atau besarnya anggaran iklan.
Kita perlu memahami target market, mempelajari masalah mereka, membuat penawaran yang relevan, membangun kepercayaan, mempermudah tindakan, dan mengukur hasilnya.
Jika kamu baru memulai, jangan merasa harus menguasai semuanya sekaligus. Mulailah dari memahami siapa yang ingin kamu bantu. Pelajari masalah mereka, buat konten yang bermanfaat, praktikkan, lalu perbaiki berdasarkan hasil yang kamu temukan.
Tidak harus langsung mahir. Yang penting, kamu tahu apa yang sedang dipelajari dan berani mempraktikkannya.
14. Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Digital Marketing
Apa itu digital marketing dengan bahasa sederhana?
Digital marketing adalah cara memasarkan produk, jasa, atau bisnis melalui kanal digital untuk menjangkau calon pelanggan, memberikan informasi, membangun kepercayaan, dan mendorong tindakan.
Apakah pemula bisa belajar digital marketing?
Bisa. Mulailah dengan memahami pemasaran, target market, riset, dan pembuatan konten. Setelah itu, pelajari channel yang relevan dengan tujuanmu.
Apakah belajar digital marketing harus bisa coding?
Tidak selalu. Banyak aktivitas digital marketing dapat dipelajari tanpa coding. Kemampuan teknis dapat membantu untuk kebutuhan tertentu, seperti pengembangan website, pelacakan data, dan otomatisasi.
Apakah digital marketing harus menggunakan iklan berbayar?
Tidak. Kamu bisa memulai dengan konten organik, SEO, dan aktivitas lain yang sesuai kebutuhan. Iklan berbayar dapat dipertimbangkan ketika tujuan dan cara pengukurannya sudah jelas.
Apakah digital marketing bisa digunakan oleh UMKM?
Bisa. UMKM dapat memanfaatkan media sosial, website, marketplace, mesin pencari, dan aplikasi pesan sesuai karakteristik pelanggan dan kemampuan bisnis.
Berapa lama sampai bisa menghasilkan uang dari digital marketing?
Tidak ada waktu pasti. Hasil bergantung pada keterampilan, kebutuhan pasar, kualitas produk atau layanan, strategi, dan pelaksanaan. Berhati-hatilah terhadap klaim penghasilan pasti atau hasil instan.
Apa yang sebaiknya dipelajari pertama kali?
Mulailah dengan dasar pemasaran dan target market. Pelajari siapa calon pelangganmu, masalah yang mereka hadapi, dan bagaimana produk atau layananmu dapat memberikan manfaat yang relevan.
Pulang Kerja, Bapak / Ayah Ingin Tambah Penghasilan Tanpa Harus Resign?
Buat kamu yang setiap hari bekerja untuk keluarga, mungkin pernah terpikir ingin memiliki penghasilan tambahan, tetapi bingung harus mulai dari mana.
Kabar baiknya, kamu tidak harus buru-buru meninggalkan pekerjaan. Kamu bisa mulai dengan mempelajari cara jualan online, memahami kebutuhan pasar, belajar membuat konten, dan mempraktikkannya secara bertahap sesuai waktu serta kemampuanmu.
Untuk membantu perjalanan belajarmu, kenali eBook berikut.
eBook JURAGAN ONLINE
JUALAN ONLINE DARI NOL
Apa yang Bisa Kamu Pelajari?
- Memahami langkah dasar memulai jualan online.
- Mempelajari strategi dan praktik pemasaran digital.
- Menggunakan worksheet untuk membantu proses belajar.
- Memanfaatkan checklist sebagai panduan persiapan jualan online.
- Mempelajari penggunaan prompt ChatGPT untuk membantu ide dan pembuatan konten.
- Mengikuti video tutorial pendukung sesuai materi yang tersedia.
- Mengikuti komunitas atau grup mentoring jika termasuk dalam paket yang ditawarkan.
Kamu tidak harus langsung menguasai semua keterampilan. Mulailah dengan memahami dasarnya, pilih langkah yang sesuai dengan kondisimu, kemudian praktikkan sedikit demi sedikit.
Belajar • Praktik • Bertumbuh
LIHAT EBOOK DAN BONUSNYA →Pelajari detail materi, bonus, dan ketentuan penawaran pada halaman eBook.
AYO BERANI JADI JURAGAN ONLINE!