Tentukan
Value-mu.
Solusi saja belum cukup. Orang perlu tahu manfaat apa yang mereka dapatkan ketika memilih solusi yang kamu tawarkan.
Jangan hanya menjual
apa yang kamu punya.
Pikirkan dari sudut pandang orang yang kamu bantu. Mereka sebenarnya tidak membeli produk, jasa, atau pengetahuanmu. Mereka membeli hasil, manfaat, kemudahan, atau perubahan yang mereka inginkan.
Value = Manfaat yang dirasakan.
Semakin jelas manfaat yang kamu berikan, semakin mudah orang memahami alasan mengapa solusi tersebut layak dipilih.
Value terjadi ketika
ada perubahan.
Coba lihat perjalanan orang yang kamu bantu dari kondisi sebelum menggunakan solusi sampai kondisi setelah mendapatkan manfaat.
Value bisa datang
dari banyak hal.
Menghemat Waktu
Membantu orang menyelesaikan sesuatu lebih cepat.
Menghemat Biaya
Membantu orang mengurangi pengeluaran atau pemborosan.
Menambah Kemampuan
Membuat orang lebih tahu, lebih bisa, atau lebih percaya diri.
Memberi Kenyamanan
Membuat hidup menjadi lebih mudah, nyaman, aman, atau menyenangkan.
Jangan jual produknya.
Tunjukkan manfaatnya.
“Saya jual template konten.”
Orang hanya tahu apa yang kamu jual, tetapi belum tentu tahu kenapa mereka membutuhkannya.
“Bikin konten lebih cepat.”
Orang langsung memahami manfaat: menghemat waktu dan membantu mereka lebih mudah membuat konten.
Jasa editing video
Jangan hanya mengatakan “Saya bisa edit video”. Value-nya bisa berupa: “Membantu pemilik bisnis punya video promosi yang siap diposting tanpa harus mengedit sendiri.”
Ambil solusi yang kamu buat di halaman 13. Sekarang tanyakan: “Apa manfaat nyata yang akan dirasakan orang?”
Coba susun value-mu.
Apakah value-mu
sudah jelas?
Jangan sibuk menjelaskan
apa yang kamu jual.
Bantu orang memahami satu hal: “Apa yang akan berubah untuk saya setelah menggunakan solusi ini?”