Kenali
Orang yang Kamu Bantu.
Setelah menemukan masalah, sekarang cari tahu siapa yang sebenarnya mengalami masalah tersebut.
Pahami siapa yang kamu bantu.
Setelah kamu mulai peka terhadap masalah, langkah berikutnya adalah mengenali lebih dalam siapa orang yang mengalami masalah tersebut. Semakin kamu mengenal mereka, semakin mudah kamu menemukan solusi yang tepat.
Orang yang berbeda, punya kebutuhan yang berbeda.
Solusi yang tepat untuk satu orang, belum tentu cocok untuk orang lain. Karena itu, kamu perlu memahami karakter, kebiasaan, dan situasi mereka agar solusi yang kamu tawarkan benar-benar relevan.
Usia, pekerjaan, peran, dan latar belakang.
Aktivitas sehari-hari dan kebiasaan mereka.
Tantangan, kesulitan, atau hal yang membuat mereka tidak nyaman.
Harapan, tujuan, dan hasil yang mereka inginkan.
Lingkungan, komunitas, atau platform yang mereka gunakan.
Jangan membuat solusi untuk semua orang.
Semakin spesifik orang yang ingin kamu bantu,
semakin mudah kamu memahami masalah mereka.
Fokus bukan berarti mengecilkan pasar.
Fokus membuat pesanmu lebih tepat sasaran.
Orang tua muda usia 25–35 tahun • sibuk bekerja • punya anak kecil • sering kesulitan menyiapkan makanan sehat • ingin solusi praktis • biasanya mencari referensi melalui media sosial
Semakin kamu memahami mereka,
semakin besar peluangmu untuk membantu.
Kenali orangnya sebelum menawarkan solusinya.